Syariah Marketing (Kertajaya dan Sula)

SYARIAH MAKETING

Pengarang   :     Hermawan KartajayaMuhammad Syakir Sula

Penerbit        :    Bandung : Mizan : Mark Plus & Co, 2006.

Pengantar 

Pemasaran Syariah

Pemasaran syariah atau sering disebut dengan syarī’ah marketing merupakan sebuah frasa yang berasal dari dua kata asing yakni “al-syarīah” (الشريعة) dan “marketing”. Kata ”al-syarīah” (الشريعة) berasal dari bahasa Arab dengan akar kata syaraa (شرع), yang secara etimologis (Lisānul Arab, VIII/175)  berarti sumber air mengalir yang didatangi manusia atau binatang untuk minum. Adapun secara terminologis (Mu’jam al- Wasith, I/479), diartikan dengan :

 ماشرعة الله لعباد من العقا ئد ي والاحكام

 mā syiratillahi li-ibādihi mina’l-aqāidi wa’l-ahkami

“segala sesuatu yang ada pada syir’ah Allah untuk makhluk yang beribadah kepada-Nya yang mencangkup kaidah-kaidah dan hukum-hukum.”

Kata syirah (الشرعة) yang dijelaskan dalam pengertian tersebut, diartikan sebagi aturan. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah  Ta’alā dalam Qs. Al-Māidah [5]:48 :

…لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا …

 Likullin jaalnā minkum syiratan wa minhājā

 “…untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang…”

Kartajaya dan Sula (2006:58) mengatakan bahwa kata al-syarī’ah   sebenarnya telah ada dalam kosakata bahasa Arab sebelum turunnya kitab suci umat Islam. Kata tersebut disebutkan dalam bahasa Ibrani pada Perjanjian Lama sebanyak 200 kali, yang selalu mengisyaratkan pada makna “kehendak Tuhan yang diwahyukan sebagai wujud kekuasaan-Nya atas segala perbuatan manusia”.

Al-Qaradhawi (1990) dalam Madkhal lī Dirasah Syarīah Islamiyah sebagaimana dikutip Kartajaya dan Sula (2006:61) menjelaskan bahwa cakupan syariah dalam pandangan Islam sangatlah luas dan komprehensif (asy-syumul). Di dalamnya mengandung makna mengatur seluruh aspek kehidupan, mulai aspek ibadah (hubungan manusia dengan Tuhannya), aspek keluarga (seperti nikah, talak, wakaf, wasiat, warisan), aspek bisnis (perdagangan, industri, perbankan, asuransi, utang-piutang, pemasaran, hibah), aspek ekonomi (permodalan, zakat,bait al-māl, fai, ghanimah), aspek hukum dan peradilan, aspek undang-undang hingga hubungan antar negara.

Tujuan dari penerapan syariah adalah untuk kemaslahatan manusia karena AllahTa’alā menurunkan perintah maupun larangan agar terjaga keseimbangan dalam kehidupan dan manusia memperoleh kemaslahatan bagi dirinya. Konsep syariah marketing merupakan bagian dari solusinya, terdiri dari strategi, taktik dan value. Syariah marketing strategy dirancang untuk memenangkan mind-share, syariah marketing tactic didesain untuk memenangkan market-share, dan syariah marketing value direkayasa untuk memenangkan heart-share (http://pustakaloka.wordpress.com/2009/11/22/syariah-marketing-oleh-hermawan-kartajaya-muhammad-syakir-sula/)

download e-book:

 http://www.4shared.com/rar/M-y8n-4s/SyariahMarketingrev.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s