Fikratunaa

Mata Kata


Barisah kata lusuh Bergentayang lalu lalang menggoda pikiran ricuh Hendak acuh namun rapuh   Bagimana mungkin bisa berkata, bila sama sekali tak mengerti rasa. Bagaimana mungkin bisa mengerti rasa, bila yang ada hanya rinai-rinai utopia. Sepuas senyum hipokrit perias fana, yang lantas tenggelam sirna, di lautan masa.   Cepatlah pulang! Di sini ada seribu pikir … Continue reading

Fikratunaa

اشكركم جميعا على فرصة الثامنة


السلام عليكم ورحمة الله و بركاته الحمد لله و الصلاة و السلم على رسو ل الله ، لا حول ولا قوّة الا با لله اشكركم جميعا على فرصة الثامنة في هذا الليل// لأن قد توسعواأ وقاتكم// وستأذنوني أحضر بين ايدكم// لأتحدث معكم عن العلم و الطلا به// العلم هو الوسيلة// وعرفنا “ما يتوسل به إلى … Continue reading

Fikratunaa

Diakronisme Masa Lampau


Bukan Dongeng Ada banyak hal menarik dari cerita-cerita terdahulu. Orang Arab menyebutnya dengan asâthir al-awwalîn[i]. Tapi ini bukan tentang dongeng. Masa lampau bukanlah dongeng-dongeng, meski dongeng pun acapkali digunakan untuk bercerita tentang “yang sudah-sudah”. Ini berkaitan (sekali lagi kata orang Arab) dengan tarikh (peristiwa yang terurut dalam penanggalan). Namun, ini bukan hendak berkisah tentang tarikh di peninsula Asia Barat dan sekitar … Continue reading

Economics / Fikratunaa

Esensialitas Pesantren dalam Pembangunan Agroekonomi Desa


Adistiar Prayoga Program Pascasarjana Manajemen Bisnis, Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor e-mail: adistiarprayoga@gmail.com Pesantren diartikan sebagai tempat pendidikan untuk menjadi manusia yang sebaik-baiknya, sebagaimana asal mula kata “santri” yang didefinisikan sebagai manusia penolong (Zarkasy 1998). Lebih spesifik, Nasir (2005) mengartikan pesantren sebagai lembaga keagamaan yang memberikan pendidikan dan pengajaran serta mengembangkan dan menyebarkan ajaran Islam. … Continue reading

Fikratunaa

Mendapat seperti Kehilangan


Pengajaran menarik dapat dipetik diantara tempo pergeseran waktu. Salah satunya tentang tentang dinamika organisasi dan kerja kolektif. Untaian pesan luhur pernah disampaikan oleh Pak Natsir (1908-1993) – perdana menteri Indonesia kala itu- dalam pidatonya pada HUT Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1951 yang berjudul “Djangan Terhenti Tangan Mendajung, Nanti, Arus Membawa Hanjut”. Bahwa perjuangan mencapai cita-cita itu … Continue reading

Fikratunaa

Menyapa Rasa


Hati sebagai sebagai muara rasa menjadi esensi dari warna-warni kehidupan. Masyarakat Arab mengenalnya dengan istilah qalb (al-qalb). Secara etimologis, qalb didefinisikan sebagai tahwilu-sy syai ‘alaa waj-hi yang berarti merubah sesuatu dari bentuknya (Lisanul ‘Arab Juz 12). Jika dibahasakan secara umum, bisa difahami dengan arti goncang atau mudah terbolak-balik. Secara lugas terwakili oleh kata inkonsistensi. Iman, sisi indah rasa, … Continue reading

Fikratunaa

Implementasi Program Kewirausahaan Berkelanjutan, Rekonstruksi Peran Mahasiswa


(Studi Sejarah Kegagalan Gerakan Ekonomi Benteng 1950-1957) Oleh : Adistiar Prayoga Mahasiswa Program Pascasarjana Manajemen Bisnis, Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor Pendahuluan Indonesia merupakan negara yang berpopulasi penduduk sangat tinggi. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (2013) jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 255, 461,700 jiwa. Worldometer (Portal populasi penduduk dunia) merilis bahwa pada 1 Juli 2014 … Continue reading