Tazkiyatun Nafs

10 x  Saat Pagi dan Petang


Suatu ketika dalam majelis Al-Quran pekanan di daerah Ampeldenta, ustad Faiz Amin berkata “Adakah diantara kalian yang pernah menghayati dzikir pagi-petang? Apakah maknanya? Kalimat tauhid misalnya senantiasa diulang-ulang, minimal 10x setiap pagi dan setiap petang[1]. Apa sebenarnya yang diajarkan Rasulullah?” Beliau melanjutkan dengan membaca

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir.

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” Setelah itu beliau berkata bahwa ada banyak ibrah yang dapat kita ambil.

 

Pagi Hari 

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah dibaca sebelum melakukan perencanaan (planning). Kalimat tauhid ini berarti ikrar kemantaban hati tentang hasil positif dari usaha yang akan dilakukan sepanjang hari. Kondisi penuh pengharapan mengantarkan seseorang pada optimisme bahwa hanya melalui bantuan Allah tiada hal yang mustahil. Optimisme akan membangkitkan semangat pantang menyerah dalam menyelesaikan segala sesuatu. Ikrar tauhid menyegarkan kembali keyakinan tentang seberapun sulitnya sesuatu, semua itu berda di bawah kehendak Allah. Jika Allah jadikan mudah maka mudahlah ia. Juga sebaliknya seberapapun mudah sesuatu terkadang kita meremehkan dan tergelincir. Ikrar keyakinan akan menegaskan kehati-hatian dan meringankan lidah untuk membaitkan doa. Tanpa pertolongan-Nya kita sangat mudah terpeleset. Semua rencana yang telah disusun rusak oleh faktor X. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda Hendaklah engkau tahu bahwa sesuatu yang ditakdirkan akan menimpamu, tidak mungkin luput darimu. Dan segala sesuatu yang ditakdirkan luput darimu, pasti tidak akan menimpamu.” (HR. Ahmad 5/185). Dalam Kitabnya Ad-Daa’ wa Ad-Dawa’, Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah berkata bahwa Taqdir itu ditentukan Allah melalui beberapa sebab. Dan di antara sebabnya adalah doa. Allah tidak mentaqdirkan sesuatu tanpa sebab. Allah juga menentukan sebab itu.Manakala seorang hamba melakukan sebab itu,maka taqdir itu pun terjadi. Seperti halnya, taqdir kenyang dan hilangnya dahaga dengan makan dan minum. Taqdir lahirnya seorang anak melalui proses perkawinan. Taqdir makan daging binatang dengan menyembalihnya terlebih dahulu.Termasuk taqdir masuk surga dengan amal perbuatan dan masuk neraka dengan amal perbuatan.”

Kalimat berikutnya setelah pernyataan optimisme adalah tekad untuk menghadirkan kebesaran jiwa atas segala kondisi. Karena adakalanya hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan. Hal paling mengkhawatirkan saat terjadi kegagalan, seketika ditanggapi secara emosional, membuat gelap mata dan kemudian muncul putus asa. Sehingga, seketika itu pula semua perjuangan selesai meski belum mencapai garis akhir. Kita berhenti begitu saja, mati meski hidup, atau kata pepatah hidup segan mati tak mau. Padahal kita belum tahu pasti dampak jangka panjangnya. Ibarat kisah ketika tertinggal kereta kemudian kita kecewa lalu berhenti, abai terhadap kereta ke dua padahal jika kita mau naik kereta ke dua justru sampainya lebih cepat daripada kereta pertama karena kereta pertama ternyata mengalami kerusakan mesin di tengah jalan dan seluruh penumpang harus menunggu hingga berjam-jam. Inilah yang ingin dinafikan melalui kalimat lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir. “Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.

Beliau menambahkan bahwa sebelum kata “wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir” diatara para ulama kadang menambahkan kata “biyadihil khair” (atas kehendak-Nya terdapat segala kebaikan di balik semua peristiwa). Pernyataan ini senantiasa dibaca 10x tiap pagi, yang demikian ini artinya Rasul berharap agar iman yang telah tertanam membekas pada setiap aktivitas. Ada berhasil ada gagal, maka ketika gagal, kita  tidak terjebak dalam keputusasaan, bahkan mampu mengoptimalkan potensi akal sehat karena  tumbuhnya keyakinan bahwa selalu ada kebaikan di setiap kondisi.

Sore Hari

Setelah pagi berencana dan disempurnakan dengan usaha, sore hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi. Maka ikrar tauhid akan mengantarkan kita pada kerendahan hati bahwa tanpa kehadiran Allah tidak aka nada sama sekali keberhasilan atas usaha. Ketiadaan Allah dalam hati akan mengantarkan manusia pada sikap sombong dan congkak. Bangga diri, menolak kebenaran, dan cenderung merendahkan orang lain. Demikian halnya dengan ketiadaan Allah dalam setiap evaluasi atas kegagalan usaha, hanya mengantarkan manusia pada kesempitan hidup, kehampaan jiwa, bahkan tak jarang yang memilih untuk mengakhiri hidup dalam padamnya harap. Na’udzubillah min dzalik

Dzikir pagi dan petang merupakan sarana membangun optimisme dan evaluasi bahwa tugas manusia adalah berusaha dan terus membangun perbaikan secara bertahap (continous improvement), sehingga setiap episod hidup dapat dilalui dengan kerendahan hati dan kebesaran jiwa. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Qs Al Hadid ayat 22-23:

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu tidak berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”

Maka berkatalah Imam Ibnu ‘Athaillah Asy-Syakandari dalam untaian hikmahnya bahwa “Allah memberimu kelapangan agar kau tidak tenggelam dalam kesempitan, dan Allah memberimu kesempitan agar kau tidak larut dalam kelapangan, kemudian Allah melepaskanmu dari keduanya agar kau tidak bergantung kepada apapun selain-Nya


[1] HR.An -Nasai Sunan Al Kubra 6/10, Shahih Abu Daud 3/957; Shahih Ibnu Majah 2/331

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s