Fikratunaa

Mensyukuri Double Victory


BLSM_TribunnewsSetelah masyarakat dibuat pusing tujuh keliling karena kenaikan harga bahan yang disebabkan oleh kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang ‘cukup’ kacau, kini masyarakat pun harus siap untuk ‘berjuang’ menghadapi kenaikan harga di momen ‘kemenangan’, yakni Idul Fitri. Banyak hal yang menjadi penyebab dalam kenaikan harga pada momen istimewa ini. Diantara sebab alamiahnya adalah murni kelangkaan persediaan. Pada bulan Awal Juli 2013 harga cabe rawit naik sampai 63 % karena gagal panen. Adapun harga bawang naik hingga 49% karena panen yang tertunda. Namun ada sebab-sebab yang tidak alami (disengaja), yakni penimbunan barang.

Sudah menjadi sebuah hal yang umum di negeri ini bahwa pada momen Ramadhan dan Idul Fitri terjadi perubahan pola konsumsi. Hal ini sering dimanfaatkan oleh beberapa pengusaha dan distributor ‘tak bertanggung jawab’ untuk melakukan penimbunan barang sembari beralasan untuk menaikkan harga karena terjadi peningkatan permintaan dan kelangkaan persediaan. Hal ini tentu sangat menyengsarakan masyarakat kelas bawah. Sebuah perbuatan yang tak layak bagi seorang muslim atau warga negara yang telah mendapatkan kemerdekaan tanpa harus melewati proses perjuangan.

AnakSD3Banyak jejak keshalihan yang telah terpatri indah selama Ramadhan, secara pribadi maupun sosial. Pada bulan Agustus ini, Allah juga telah memberikan ‘anugerah momentum’ untuk menikmati double victory (kemenangan ganda) yakni Hari Raya Idul Fitri dan nikmat kemerdekaan Indonesia sejak 68 tahun silam. Maka dari itu, sudah selayaknya energi-energi kebaikan Ramadhan tersebut digunakan kembali dalam keseharian saat ini. Serta perlulah rasanya untuk kita hayati, bahwa kemenangan- kemenangan di masa lampau dihadirkan Allah untuk negeri ini karena para pejuang Muslim mampu memahami azaz perjuangannya.Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam Raudhatul Muhibbin wa Nuhzhatul Musytaqin berkata :

“berjuang melawan hawa nafsu pada hakikatnya merupakan fondasi utama dalam berjuang di jalan Allah, karena tidaklah mungkin seseorang dapat melakukan perintah Allah untuk mengorbankan yang ia miliki baik jiwa maupun hartanya melainkan ia telah berhasil menaklukkan musuh utamanya, yakni hawa nafsunya.“

Akhirnya segala puji bagi Allah yang masih memperkenankan kita untuk menikmati romantisme-romantisme kemenangan. Harapan indah pun terpanjat agar perjuangan pengendalian diri dan keberhasilan untuk menaklukkan hawa nafsu senantiasa terukir abadi dalam hati tiap-tiap muslim serta termanifestasi dalam setiap langkah, sehingga Allah karuniakan kemenangan sejati. Keberkahan bagi  pertiwi tercinta ini.

 __________________________

Catatan Idul Fitri 1434 H bersama anak-anak yatim dan telantar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s