Fikratunaa

Menyalakan Cahaya Bintang Pudar


dok.Syahrul Muflikhun (2011)

dok.Syahrul Muflikhun (2011)

“…Sekolah Dulu Ku tak punya biaya
Terpaksa Ku Harus Mencari Nafkah
Tetapi Aku Tak terputus asa
Pasti Yang Kuasa Memberi Jalannya…”

Lirik lagu dari Tegar -seorang anak jalanan yang kini sedang naik daun karena keindahan suaranya- memang  mewakili  kondisi sebagian anak-anak di negara kita. Masa depan suram seolah tergambar jelas dibalik senyuman-senyuman mereka ketika menyanyikan lagu-lagu sumbang di pinggir jalan atau di atas angkutan kota. Asset berharga bangsa itu ibarat ‘bintang-bintang pudar’ yang betebaran di gelapnya jalanan ibu kota.

Tak hanya di jalanan kota-kota besar, di sudut-sudut gang serta pojok-pojok kampung juga bertebaran  ‘bintang-bintang pudar’ yang semakin tak kelihatan cahanya. Merekalah anak-anak yatim Indonesia, yang sebagian besar hidup hanya menyimpan asa. Cita-cita yang tinggi dan mimpi indah mereka terbentur kondisi realitas dan dilema seorang ibu yang harus memilih antara sesuap nasi atau pendidikan istimewa untuk putra-putrinya. Antara kehidupan mereka pada hari ini atau hari esok yang cerah.

Mengapa mereka dikatakan semakin tak kelihatan cahayanya? Karena hak- hak mereka belum dilindungi oleh negara. Dalam kebijakan Kementerian Sosial Republik Indonesia, khususnya dalam perlindungan anak hanya ada empat criteria yang tercakup di dalamnya, yaitu: anak balita terlantar, anak terlantar, anak nakal, dan anak jalanan. Kriteria anak yatim belum secara spesifik masuk dalam referensi perlindungan anak oleh negara. Padahal jumlah mereka cukup besar. Data terakhir menyebutkan bahwa jumlah mereka mencapai 3,2 juta di seluruh wilayah Indonesia. Karenanya dibutuhkan dukungan semua pihak untuk memperjuangkan hal tersebut.

Tanggal 23 Juli esok seluruh anak di Indonesia akan merayakan hari istemewanya. Hari dimana mereka mendapat perlakuan sesuai dengan usianya serta  hari dimana mereka mendapat pengakuan atas hak-haknya.  Ya, pada tanggal tersebut akan dirayakan ‘Hari Anak Nasional’.  Semoga tanggal 23 Juli 2013  menjadi awalan yang indah bagi 3,2 juta anak yatim di Indonesia . Sebuah momentum yang indah pula karena hari tersebut  bertepatan dengan bulan Ramadhan. Bulan kepedulian bagi mereka yang menghendaki kemenangan. Mari kita raih kesempatan emas tersebut! Mari kita hidupkan kembali cahaya bintang-bintang pudar itu!

(catatan singkat menyongsong Hari Anak Nasional di Yayasan Himmatun Ayat, Juni 2013)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s