Fikratunaa

Bersahabat dengan Lingkungan, agar Dia Bersahabat dengan Kita


Gambar : http://www.centroone.com/photo/2011/09/surabaya-macet-lagi/Peningkatan jumlah penduduk, aktifitas, dan sosial ekonomi masyarakat kota akan menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang sangat kompleks. Hal ini merupakan konsekuensi dari cepatnya perkembangan kota tersebut. Masalah lingkungan yang selalu dihadapi oleh kota-kota besar seperti Surabaya adalah peningkatan jumlah timbunan sampah dari hari ke hari yang tidak seimbang dengan dengan sarana prasarana yang dimiliki.

Seuah fakta menarik pernah disampaikan oleh Direktur Perumahan dan Pemukiman Bappenas -Nugroho- sebagaimana dikutip Suara Pembaruan (26/06/2012). Beliau mengatakan bahwa “Volume sampah di Indonesia  sekitar 1 juta meter kubik setiap hari, namun baru 42% di antaranya yang terangkut dan diolah dengan baik. Jadi,  sampah yang tidak diangkut setiap harinya sekitar 348.000 meter titik atau sekitar 300.000 ton. Jika Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dijadikan tempat sampah, maka dalam sehari sepertiga GBK bisa diisi  sampah yang tidak terangkut tersebut. Kalau semua sampah yang tidak terangkut ditampung di tempat sampah sebesar GBK, maka dibutuhkan  122 GBK dalam setahun.”  

Adapun di Surabaya, saat ini diperkirakan jumlah sampahnya mencapai 12.969 Ton per dwiwulan. Berdasarkan hasil evaluasi Dinas Kebersihan Kota Surabaya, tidak seluruh sampah dapat diangkut oleh kendaraan pengangkut sampah untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini disebabkan oleh besarnya kapasitas volume sampah yang tidak sebanding dengan sarana dan prasarana milik Pemerintah Daerah. Kota Surabaya hanya memiliki satu TPA, yaitu TPA Benowo yang menampung sekitar 8.700 meter kubik sampah setiap harinya. TPA seluas 34 hektar yang mulai difungsikan pada tahun 2001, direncanakan akan berakhir masanya pada tahun 2016.

Cepatnya penambahan sampah di TPA ini diakibatkan oleh pola konvensional dalam pengelolaan sampah yaitu kumpul, angkut, dan buang masih terus dilakukan. Bila hal ini dibiarkan maka banjir sampah seperti di Kota Bandung pada tahun 2012 kemarin, ‘sangat mungkin’ terjadi di Surabaya.

Upaya Mengatasi Permasalah Sampah, Tanggung Jawab Kita Bersama

Gambar: http://jekylnhyde.deviantart.com/art/Eco-friendly-Reminder-paper-95996800Upaya Pemerintah Kota Surabaya untuk membuat satu TPA lagi sebagai solusi permasalahan sampah dihadapkan oleh beragam tantangan social seperti sulitnya pembebasan lahan atau penolakan dari warga, serta efek jangka panjang seperti penurunan kualitas kesehatan, dan berbagai dampak pencemaran lingkungan di sekitar TPA. Oleh karena itu kesadaran masyarakat Surabaya terhadap pola hidup ramah lingkungan perlu ditingkatkan lagi agar TPA yang ada pada saat ini dapat berfungsi optimal dan tidak ‘tua sebelum mencapai masanya’. Hal sederhana yang dapat kita lakukan adalah membiasakan diri dengan pola hidup 3R, yakni:

Reduce berarti mengurangai potensi sampah. Bijaklah dalam membeli barang dan jangan mengoleksi barang secara berlebihan, karena barang-barang tersebut pasti akan berakhir di tempat sampah.

Reuse berarti memperpanjang masa pemakaian barang. Jangan mengganti barang sebelum barang tersebut rusak atau jika sudah bosan serahkan barang-barang kepada yang lebih membutuhkan, seperti korban bencana atau yayasan sosial.

Recycle adalah mendaur ulang barang. Cara paling mudah adalah menggunakan bekas botol plastik air minum sebagai pot tanaman atau kumpulkan barang-barang tersebut dan serahkan kepada unit bisnis yang bergerak di bidang daur ulang sampah semisal Bank Sampah. Dengan demikan Anda dapat menambah pemasukan bagi rumah tangga sekaligus lebih ramah dengan lingkungan.

Proses Daur Ulang Sampah

Pembuangan sampah diatur dengan membaginya menjadi 2 kategori dan dibuang di tempat sampah yang terpisah. Kategori tersebut adalah:

  1. Sampah Basah (Organik), yakni sampah yang dapat teruai secara alami seperti sisa sayur, sisa nasi, daging, buah, daun, dan yang sejenis.
  2. Sampah Kering (Anorganik) yakni sampah yang tidak dapat atau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk teruai secara alami seperti :
  1. Kertas, dapat terurai setelah 3-5 bulan
  2. Kaleng minuman, dapat terurai setelah 50-100 tahun
  3. Botol kaca, dapat terurai setelah 1000 tahun
  4. Botol plastik, dapat terurai setelah 5000 tahun

Gambar: http://www.lerougemag.com/tag/eco-friendly-beauty/Untuk menyelesaikannya masalah sampah anorganik, dibutuhkan proses daur ulang massal. Barang-barang tersebut akan didaur ulang oleh pabrik kemudian diproduksi menjadi barang sejenis atau yang lebih bermanfaat. Dewasa ini, perkembangan teknologi telah berhasil melahirkan temuan baru, yakni jersey (kaos identitas tim sepak bola) yang dibuat dari 15 buah botol plastik per potongnya. Model ini telah dimanfaatkan oleh beberapa negara kontestan EURO 2012 kemarin. Tim nasional sepak bola Indonesia pun juga menggunakan jersey berbahan botol plastik ini.

Untuk mempermudah proses pengangkutan dan daur ulang, sebaiknya Anda mengelompokkan sampah anorganik tersebut menjadi beberapa jenis, yakni:

  1. Koran bekas, majalah bekas dan sejenisnya (termasuk kardus, brosur, kertas pembungkus, amplop, buku notes, kotak permen, kotak susu, dan kotak makanan ringan). Barang-barang tersebut hendaknya diikat dengan rapi secara terpisah menurut jenisnya. Tidak termasuk oto, kertas berlapis plastik, tissue, dsb.
  2. Botol dan kaleng (untuk makanan dan minuman). Botol-botol kecil tidak termasuk dalam kategori ini. 
  1. Botol plastik PET (botol plastik jernih untuk minuman, dan kecap).
  2. Gelas Plastik minuman ringan.
  3. Baterai bekas, baterai sel kering, dan baterai pipih, seperti baterai nickel-cadmium atau nickel-hydrogen (rechargeable).
  4. Plastik dan Kantong (Kresek).
  5. Barang Lain yang tidak termasuk klasifikasi di atas.

Masing-masing barang di atas akan diproses oleh pabrik dengan cara yang berbeda. Jika Anda menjualnya ke unit bisnis pengeloaan sampah, nilai ekonomisnya juga berbeda.

Hidup ramah lingkungan adalah investasi terbaik untuk masa depan. Mungkin Anda tidak dapat segera meraih manfaatnya. Tapi sungguh, para cucu Anda serta generasi di masa depan akan menyampaikan senyum bangga dan rasa terima kasih yang mendalam atas segala jerih payah Anda. Insyaa-Allah“Bumi adalah masjid,  Begitulah Nabi bersabda; selain kita boleh mengerjakan shalat di tempat mana pun yang bersih dan suci, ada pesan tersirat untuk memelihara alam. Dekat dengan Tuhan, ramah dengan lingkungan, dan saling menjaga satu sama lain di planet kita” (Ibrahim Abdul-Matin dalam Green Deen, What Islam Teaches About Protecting the Planet) . (Adistiar P/dari berbagai sumber)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s