Fikratunaa

Eksistensi Cinta


Para penyair berkata:


Cinta dapat meringankan yang berat,

melembutkan jiwa,

membersihkan hati yang keruh,

mendatangkan ketenangan perbuatan yang mulia, 


Cinta mampu membuat penakut menjadi pemberani,

mencuci akal yang bodoh,

membentangkan telapak tangan yang bakhil,

merendahkan ketinggian raja-raja,


menaklukan moral yang telah liar,

menjadi pendamping bagi mereka yang sendirian,

menjadi teman setia bagi mereka yang tidak memilki teman setia.

(dikutip Ibnul Qayyim dalam Ad-Dā wa’d-Dawā):

____________________________________________________________________

Cinta memilki pegaruh, efek, konskuensi, dan hukum-hukum. Ada yang terpuji adapula yang tercela. Sebagaimana timbulnya perasaan gembira, kemanisan, keceriaan, kerinduan, kedekatan dengan sang Kekasih, saling berjauhan, menghindarinya, menangis, bersedih, dan lain-lain.

Cinta merupakan hal yang menakjubkan, karena merupakan kehendak dasar setiap perbuatan dan dasar dari semua agama (baik agama yang haq maupun yang bathil). Rasulu’l-Lah Shalla’l-Lahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga perkara, siapa saja yang memilikinya niscaya ia akan merasakan manisnya iman: (1) Allah dan Rasul-Nya menjadi yang paling ia cintai, tiada yang menandingi kecintaan selain kepada keduanya (2) Mencintai seseorang karena Allah semata-mata (3)Benci kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan kepada api neraka”

(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Anas Radhiya’l-Lahu‘anhu, dikutip dari Salim Ied al Hilali dalam Al-Hubbu wa’l-Bughdu Fi’l-Lah)

Di dalam As-Sunan di sebutkan:

“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan menahan karena Allah, maka imannya telah sempurna”

Allah telah menganugerahkan perasaan cinta dan benci dalam hati manusia. Keindahan dan kebahagiaan hidup akan didapat ketika seseorang dapat merasakan keagungan perasaannya tersebut. Cinta hadir ke dalam hati manusia dalam berbagai tingkatan.

1. Ikatan Ketergantungan

Hal ini dikarenakan adanya keterkaitan, dan ketergantungan seorang pecinta terhadap yang kekasihnya.

2. Ash-shahabah (kerinduan)

seorang yang jatuh cinta akan senantiasa merindukan sang Kekasih. Sebagaimana dikatakan oleh beliau bahwa seorang penyair telah berkata :


Sebenarnya aku tak ingin lagi mengingatnya

tapi setiap malam, ia hadir dengan berbagai cara.


adapun yang lain berkata

Hasrat hati ingin melupakan 

akan tetapi naluri ini tidak mampu melakukan


3. Al-Gharām (Sulit untuk dilepaskan)

Keberadaan cinta di hati yang tidak dapat dipisahkan darinya. Karena itulah, orang Arab memberikan istilah Gharīm kepada orang yang banyak hutang. Hal ini disebabkan orang tersebut (yang memiliki banyak hutang) tidak bisa lepas dari orang yang memberikan pinjaman kepadanya.

4. Al-‘isyqu (cinta yang membara)

5. Asy-syauq atau kepergian hati kepada sang Kekasih.

6. Tatayyam (Penghambaan)

Penghambaan seseorang kepada kekasihnya, atau dapat dikatakan menyembah cinta (tayyamahu al hubb). Orang yang sedang jatuh cinta tersebut akan selalu tunduk, patuh, dan taat terhadap sang Kekasih. Dia akan menyukai yang disukai sang Kekasih dan membenci hal-hal yang dibenci kekasihnya tersebut.

____________________________________________________________________

Maraji’: 

Al-Jawāb Al Kāfy Liman Saala anid-Dawā Asy-Syifā (Ad-Dā wad Dawā) oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahu’l-Lahu Ta’ala.

Edisi Indonesia oleh Kathur Suhardi dengan “Setiap Penyakit Ada Obatnya” , Penerbit Darul Falah, 2007.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s